25 September 2013

DI SEBUAH KILOMETER KE SEKIAN

:AQJ

ia memindahkan kota ke dalam kepalanya
yang berisi gagal usia merayakan peraturan lalu lintas
jalanan padat dipenuhi tumbang keinginan jarum jam

di sebuah mobil ia genggam tangannya sendiri yang lebih erat
dibandingkan perasaan percaya kepada kekasihnya

di rumah tidak ada siapa-siapa
orang-orang melupakan kebodohan-- ia merawat ketiadaan bagi orang-orang
kunang-kunang berhamburan ke matanya
tersebab dirinya jatuh dikalahkan putaran arah

baginya kini rumah sakit ialah jembatan yang pernah hilang
diantara sungai yang membentang: agar diperhatikan berpasang mata
sebagai keutuhan pandangan

di telinganya keinginan pulang menjadi semacam terowongan panjang
yang ditakuti lampu-lampu agar terus merasakan kesepian
yang juga mengangankan dirinya dihidupkan tabah perasaan bersalah

di pinggir jalan pohon-pohon menjadi rimbun silsilah
bagi kelokan jalan yang patah oleh kesedihan-kesedihan
lalu bukankah hidup adalah perihal mengumpulkan apapun yang dunia pilihkan
sebagai pecahan-pecahan?

September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar