14 Februari 2014

Tidak Ada Kata-kata

: seorang teman

lama sekali rasanya tidak membiarkan kata-kata
menjalari diri sendiri
juga engkau yang satu-satunya perihal setelah yang lain
memilih untuk berhadapan dengan hidup mereka masing-masing
pergi mengabdikan diri menjadi perantau

aku yang berkali-kali gagal memaksa diri
untuk berpindah kaki yang berisi keinginan-keinginan membela diri
dari sebuah lantai dasar yang gusar

dan engkau bisa saja mengataiku kepala
takut dianggap batu yang demikian keras
sebab seringkali menuduh diri sebagai pendusta
serupa payung yang pernah berkata tak mencintai hujan

kepalaku penuh berisi mahluk ciptaan masa lalu
yang berebut mengenai siapa-siapa yang meminta
untuk diperhatikan lebih dulu

kita barangkali telah dirajam perasaan
yang maha renggang
kemudian pelan-pelan merekam
apa-apa yang pernah dilupakan

Desember 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar