8 Juli 2014

Mencintai dengan Selambat-lambatnya

Sumber Gambar
aku benci mengatakan--aku cinta kamu--keras serupa air
yang berhari-hari disimpan dalam freezer pendingin
dan kau tak pernah berpikir untuk segera memindahkannya
ke dalam adonan es buah atau es cendol atau es lain yang lebih cair
daripada perasaanku yang susah sekali berpindah
membusuk jadi kenangan yang susah payah
hendak melupakan ingatan mabuk

langit muram berwarna sederhana menjadi saksi atas kesedihanku
mata yang mati-matian mempertahankan diri untuk tidak berkedip
agar tak melulu menjadi hulu yang menampung hantu bayangan kau
yang mengetuk-ngutuk kelopak mata agar tidak luruh menjatuhkan luh

jalanan ramai dipenuhi orang-orang, tetapi tidak dengan aku
yang hanya dibanjiri ruang hampa udara bercampur warna merah kekesalan
yang ingin segera tumpah menjadi bah

kelak di goa kepala paling belakang, aku tidak ingin membangunkanmu
sebagai mimpi yang mengenakan piyama sebab di sini malam tidak ingin cepat bergulir
dan aku ingin kita bertukar jam dinding agar kau tahu bagaimana rasanya
aku menakar dengkur tanpa memerlukan ritual tidur

aku ingin mencintaimu selambat-lambatnya, sekuat-kuatnya
agar kau tahu betapa jam pasir milikku telah lama menyimpanmu
sebagai pengakuan atas kekalahan tanpa mesti bertarung

Kalirandu, 2014

14 April 2014

Lomba Menulis Novela Bersama Gramedia DL Akhir April 2014

Hadiahnya:

Juara 1 Tablet Adroid Asus, voucher belanja 500.000, paket buku senilai 500.000 dan tiket penulisan narasi.
Juara 2 Tablet Axioo, voucher belanja 350.000, paket buku senilai 350.000 dan tiket penulisan narasi.
Juara 3 Tabled Android Cyrus, voucher belanja 250.000, paket buku seilai 250.000 dan tiket penulisan narasi.

* Selebihnya lihat di Poster Lomba Menulis Novela Gramedia.
Ketentuan Lomba Menulis Novela:

1. Sign up terlebih dulu di gramediana.com dan memiliki akun di sana.
1. Tulis karyamu melalui self pubslishing gramediana
3. Pastikan tulisanmu adalah karya hasil sendiri, tidak mengandung sara dan pornografi.
4. bentuk tulisan adalah novela (novel pendek) tema bebas, minimal 30 halaman.
5. Kirimkan karyamu ke selfpublishing@gramediana.com dengan subjek email Lomba Novela
6. Deadline lomba novela ini sampai 30 April 2014.
7. Pemenang akan diumumkan pada 20 Meii 2014.
Pemenang akan dinilai berdasarkan penilaian dari dewan juri
9. Karya peserta akan diterbitkan sebagai ebook melalui self pubslishing gramediana
10. Pemenang akan dihubungi melalui email oleh admin gramediana.

22 Maret 2014

Selepas Pertunjukan

selepas pertunjukan, ia mendandani diri
dengan ingatan lagu-lagu di sebuah ponsel
berharap kepalanya lekas membawa kardus-kardus di tangan
berisi kelingking yang gagal saling memeluk jam dinding
usai pagi dilipat matahari

kertas-kertas remuk dilahap kaca mata baca
yang lebih besar dari tebal cahaya
huruf-huruf  jatuh di atas meja

kursi-kursi diam, tidak meminjam suara siapa pun
sebab tak ada yang lebih penting berperan
sebagai riuh panggung yang dipenuhi memar cahaya lampu-lampu

kamera berjalan menandai tanjakan kalimat-kalimat
berubah menjadi getar suara seseorang
hendak belajar cara membenci kebodohan
yang bertahun-tahun ia rawat sebagai masa depan

di sebuah sudut, telinganya berdengung
mengantar kepada bagaimana cara melupakan
tanpa pelajaran bernama air mata
sebab di punggungnya yang keras
kesedihan terus menerus menguras hal-hal indah

Maret 2014

18 Maret 2014

Mencatat Suara

Oleh: Fina Lanahdiana

aku mencatat, dan kata-kata yang paling kuingat adalah suara
segala perihal dari dalam pikiran dan tak ingin putus asa menjadi semoga
di depan, mata telah menjadi sebuah kamera
--menangkap gambar-gambar yang memar oleh sebuah perencanaan.

telapak kakiku yang lambat berlari akan terus belajar mengejar
menumbangkan bayang-bayang pepohonan berupa angan-angan
yang kuku-kukunya semakin tajam hendak menerkam mangsa paling cuaca

di dalam diriku ada peta yang berlayar menyeberangi telapak tangan
--lautan bagi bahasa dan perumpamaan.

2014

16 Maret 2014

Seseorang yang Tidak Ingin Ada yang Lain Kecuali Dirinya

Oleh: Fina Lanahdiana

panas yang mendidih di sekujur tubuh
mengalir menjadi macam-macam sungai
berisi suara kemarahan yang merah
angin membuka pintu
seseorang memesan kota di dalam kepalanya

ia ingin sekali menyeberangi pantai
yang penuh cangkang aroma garam
berisi warna matahari
tidak ingin ada perahu lain kecuali tubuhnya yang rakus
terdampar di pulau-pulau kecil milik kenangan

udara terbuat dari mata angin para nelayan
menelusup diam-diam ke dalam kata-kata
kemudian bahasa menjadi hal paling diam di dalam mata
berwarna kuning kebencian
tanpa pohon-pohon yang tangkainya membungkuk mencium tanah

kalimat menggantung seperti akar-akar beringin
kosong dipenuhi lubang berisi hampa
serupa telur yang gagal menanam benih
mengalirkan aroma tak ingin mengulurkan lengan
kepada apapun di luar dirinya

langit berwarna jingga
gelembung-gelembung pecah
menjadi hal-hal tak pernah sudah

telinga berdengung seolah lalat-lalat pencari
yang hendak mencuri bahagia paling rahasia

Maret 2014