29 Januari 2021

Kuna


Pexels - Steve Johnson

 

Tidak seorang pun mengetahui bagaimana mulanya, hari itu Limia bercerita dengan menggebu-gebu bahwa ia kehilangan seekor entok miliknya. Entok yang tiga hari sebelumnya tuntas ia bayar seharga seratus lima puluh ribu rupiah dari Mun, tetangganya.

22 Januari 2021

Tetapi Hujan Turun Lama Sekali

 

Pixabay - cocoparisienne

Hujan turun dengan wajah yang demikian resah, menyisakan langit kelabu pekat yang hampir tidak menyisakan tempat bagi warna-warna terang untuk singgah di antaranya. Seorang laki-laki muncul dengan tatapan heran, menenteng sebuah jas hujan yang tidak dipakainya meski pada akhirnya seluruh tubuh kuyup dipenuhi tumpahan air serupa banjir peluh yang meluap jatuh dari langit semesta.

16 Januari 2021

Inkubator Senyap


tak ada ombak di mataku
hanya riak yang sedikit nakal
bukan badai; yang membuat puncak jadi landai
akibat gempa di sebuah serangan
yang dalam dan diam-diam

15 Januari 2021

Cangkir-cangkir di Meja Alinda


Pixabay - Chiplanay
 

Tak ada yang berbeda dari Alinda. Ia tetaplah sama seperti gadis lain seusianya. Gemar bertanya dan tertawa, dan sedih untuk hal-hal yang tak disukainya di lain waktu. Ia juga menyukai langit, laut dan hujan.

Bisa kau bayangkan, tubuhnya dipenuhi warna--seperti cangkir-cangkir kepunyaannya--yang berpendar-pendar. Ia gemar sekali bergerak. Ia seperti kucing kecil bermain-main dengan teman sebayanya. Melompat, berlari, menari.

10 Januari 2021

Nama dan Ingatan Tentang Sebelum Hari Ini


Unsplash - vaun0815


1/

“Pastikan kau tidak sedang mabuk ketika sedang mendengarkan cerita ini,”

“Cerita? Mabuk?”

“Ya,”

“Tapi tak seorang pun mampu mendengar dengan baik ketika sedang berada dalam kondisi mabuk.”

“Benar. Tetapi ada seseorang yang lebih menyukai dirinya berada dalam kondisi ini ketika sedang ingin menuliskan sesuatu,”

“Bagaimana bisa seperti itu?”